This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Saturday, December 7, 2019

Makalah tentang kurikulum


BAB I
PENDAHULUAN

          I.I Latar Belakang
            Kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan demikian, kurikulum merupakan alat penting dalam proses pendidikan. Sebagai alat yang penting untuk mencapai tujuan, kurikulum hendaknya berperan dan bersifat anticipatory, adaptif terhadap perubahan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.[1]
            Silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran ( RPP ), merupakan unsur daripada kuirkulum. Oleh karena itu, dalam penyusunan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran, nantinya akan berdampak baik atau tidaknya suatu kurikulum di implementasikan.
            Seperti kita ketahui bersama, Indonesia merupakan salah satu negara yang doyan gonta-gonta kurikulum, mulai dari ada kurikulum tahun 1984, kurikulum tahun 1994, KBK, KTSP dan yang terbaru adalah kurikulum 2013. Akan tetapi dalam pembahasan kali ini, pemakalah hanya akan membahas tentang silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran dalam kurikulum KTSP dan 2013.

            1.2 Rumusan Masalah
1.      Apa dan bagaimana silabus dalam KTSP  dan K 2013 ?
2.      Apa dan bagaimana RPP dalam KTSP dan K 2013 ?

  
BAB II
PEMBAHASAN

          2.1 Silabus dalam KTSP dan 2013
            Sebenarnya dalam kurikulum yang berbasis KTSP maupun kurikulum 2013 tidak ada perbedaan yang mencolok mengenai definisi dan deskriptif tentang silabus. Dalam KTSP maupun K 13 definisi silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. Dalam KTSP, silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian hasil belajar.[2]
            Sedangkan dalam K 2013 terdapat perubahan dan penambahan yang mana terletak pada Standar Kompetensi diganti Kompetensi Inti, yang mana Kompetensi Inti Kompetensi Inti ibaratnya adalah anak tangga yang harus ditapaki peserta didik untuk sampai pada kompetensi lulusan jenjang Madrasah Aliyah. Kompetensi Inti (KI) meningkat seiring dengan meningkatnya usia peserta didik yang dinyatakan dengan meningkatnya kelas. Melalui Kompetensi Inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar (KD) pada kelas yang berbeda dapat dijaga.[3]
                Sebagai anak tangga menuju ke kompetensi lulusan multidimensi, Kompetensi Inti juga memiliki multidimensi. Untuk kemudahan operasionalnya, kompetensi lulusan pada ranah sikap dipecah menjadi dua. Pertama, sikap spiritual yang terkait dengan tujuan pendidikan nasional membentuk peserta didik yang beriman dan bertakwa. Kedua, sikap sosial yang terkait dengan tujuan pendidikan nasional membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab.[4]  
            Silabus disusun berdasarkan Standar Isi, yang didalamnya berisikan Identitas Mata Pelajaran, Standar Kompetensi ( SK ), Kompetensi Dasar ( KD ), Materi Pokok/Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Indikator, Penilaian, Alokasi Waktu dan Sumber Belajar. Dengan demikian, silabus pada dasarnya menjawab permasalahan-permasalahn sebagai berikut[5] :
·         Kompetensi apa saja yang harus dicapai siswa sesuai dengan yang dirumuskan oleh SK dan KD.
·         Materi pokok/pembelajaran apa saja yang perlu dibahas dan dipelajari siswa untuk mencapai Standar Isi.
·         Kegiatan pembelajaran apa yang seharusnya diskenariokan oleh guru sehingga siswa mampu berinteraksi dengan sumber-sumber belajar.
·         Indikator apa saja yang harus dirumuskan untuk mengetahui ketercapaian SK dan KD.
·         Bagaimanakah cara mengetahui ketercapaian kompetensi berdasarkan indikator sebagai acuan dalam menentukan jenis dan aspek yang akan dinilai.
·         Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai standar isi tertentu.
·         Sumber belajar apa yang dapat diberdayakan untuk mencapai standar isi tertentu.

                2.2 RPP berbasis KTSP dan K 2013
            Rencana pelaksanaan pembelajaran adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan manajemen pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam Silabus. Tugas guru yang paling utama terkait dengan RPP berbasis KTSP adalah menjabarkan silabus ke dalam RPP yang lebih operasional dan lebih rinci, serta siap dijadikan pedoman atau skenario dalam pembelajaran.[6]
            Dalam RPP K 2013 terdapat penambahan pada kegiatan inti yakni  menggunakan pendekatan tematik dan/atau tematik terpadu dan/atau saintifik dan /atau inkuiri dan penyingkapan (discovery) dan atau pembelajaran   yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning ) disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan jenjang pendidikan.[7]
            Rencana pelaksanaan pembelajaran yang akan bermuara pada pelaksanaan pembelajaran, sedikitnya mencakup tiga kegiatan, yakni[8] :
        i.            Identifikasi Kebutuhan
Kebutuhan merupakan kesenjangan antara apa yang seharusnya dengan kondisi yang sebenarnya. Identifikasi kebutuhan bertujuan antara lain untuk melibatkan dan memotivasi siswa agar kegiatan belajar dirasakan oleh mereka sebagai bagian dari kehidupannya dan mereka merasa memilikinya.
      ii.            Identifikasi kompetensi
Kompetensi merupakan sesuatu yang ingin dimiliki oleh siswa, dan merupakan komponen utama yang harus dirumuskan dalam pembelajaran. Oleh karena itu, setiap kompetensi harus merupakan perpaduan dari pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak (thinking skill).
    iii.            Penyusunan Program Pembelajaran
Penyusunan program memberikan arah kepada suatu program dan membedakannya dengan program lain. Berdasarkan hal tersebut keputusan dibuat dalam menentukan kegiatan apa yang akan dilakukan dan untuk kelompok sasaran mana, sehingga program itu menjadi pedoman yang konkrit dalam pengembangan program selanjutnya.
            Dalam RPP sedikitnya terdapat dua fungsi RPP. Kedua fungsi tersebut ialah fungsi perencanaan dan fungsi pelaksanaan.[9]
è Fungsi perencanaan ialah bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran hendaknya dapat mendorong guru lebih siap melakukan kegiatan pembelajaran dengan perencanaan yang matang. Oleh karena itu, setiap akan melakukan pembelajaran guru wajib memiliki persiapan, baik persiapan tertulis maupun non tertulis.
è Fungsi pelaksanaan ialah bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran harus disusun secara sistemik dan sistematis, utuh dan menyeluruh, dengan beberapa kemungkinan penyesuaian dalam situasi pembelajaran yang aktual. Dengan demikian, RPP berfungsi untuk mengefektifkan proses pembelajaran sesuai dengan apa yang direncanakan.
DAFTAR PUSTAKA

Dra. Subandijah, Pengembangan dan Inovasi Kurikulum, ( Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, cet. 1, 1993 )
Dr. E. Mulyasa, M.Pd, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sebuah Panduan Praktis , (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, cet. 7, 2010)
Mutholib Abdul, S.Ag., M.Pd., Pengembangan Kurikulum Bahasa Arab ( Teori dan Praktis ), (Kudus: STAIN Kudus, 2009)
File dari pelatihan K 2013 Kabupaten Pati

           



[1] Dra. Subandijah, Pengembangan dan Inovasi Kurikulum, ( Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, cet. 1, 1993 ), hlm. 1.
[2] Dr. E. Mulyasa, M.Pd, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sebuah Panduan Praktis , (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, cet. 7, 2010), hlm. 190
[3] File dari Pelatihan K 2013 Kabupaten Pati
[4] File dari Pelatihan K 2013 Kabupaten Pati
[5] Abdul Mutholib, S.Ag., M.Pd., Pengembangan Kurikulum Bahasa Arab ( Teori dan Praktis ), (Kudus: STAIN Kudus, 2009), hlm. 109-110
[6] Dr. E, Mulyasa, Kurikulum ... hlm. 212
[7] File dari pelatihan K 2013 Kabupaten Pati
[8] Dr. E, Mulyasa, Kurikulum ... hlm. 213 - 216
[9] Ibid  ....  hlm. 217

Thursday, December 5, 2019

Prinsip-prinsip Evaluasi Pembelajaran


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Proses pembelajaran dengan mengaplikasikan bebagai model-model pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan minat, motivasi dan hasil belajar. Hasil belajar siswa dapat diketahui meningkat atau rendah setelah dilaksanakan sebuah evaluasi. Proses evluasi dapat diketahui melalui pengkuran dan penilaian. Pengukuran bersifat kuantitatif sedangkan penilaian bersifat kualitatif. Proses evaluasi bukan sekedar mengukur sejauh mana tujuan tercapai, tetapi digunakan untuk membuat keputusan. Keputusan dan pendapat akan dipengaruhi oleh kesan pribadi dari yang membuat keputusan.
Pengukuran dalam bidang pendidikan erat kaitannya dengan tes. Hal ini dikarenakan salah satu cara yang sering dipakai untuk mengukur hasil yang telah dicapai siswa adalah dengan tes. Penilaian merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dalam sistem pendidikan saat ini. Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilihat dari nilai-nilai yang diperoleh siswa. Tentu saja untuk itu diperlukan sistem penilaian yang baik dan tidak bias. Sistem penilaian akan mampu memberikan gambaran tentang kualitas pembelajaran sehingga pada gilirannya akan mampu membantu guru merencanakan strategi pemeblajaran. Bagi siswa sendiri, sistem penilaian yang baik akan mampu memberiakn motivasi untuk selalu meningkatkan kemampuannya. Oleh karena itu, penulis membahas dalam makalah ini mengenai prinsip dan teknis evaluasi.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa prinsip-prinsip evaluasi pembelajaran?
2.      Bagaimana teknis dalam evaluasi pembelajaran?



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Prinsip-prinsip Evaluasi Pembelajaran
Untuk memperoleh hasil evaluasi yang lebih baik, maka kegiatan evaluasi harus bertitik dari prinsip-prinsip umum sebagai berikut :
a.       Komprehensif, artinya bahwa penilaian itu sejauh mungkin harus mengenai/menyasar kepada semua aspek dari keseluruhan kepribadian. Serta dalam penilaian ini harus mencakup hal-hal yang berhubungan dengan kemampuan merekan misalnya kerajinan, kelakuan, sikap sosialnya, kegiatan selama mengikuti pelajaran dan seterusnya (Amier Daien, 1998).
b.      Kontinuitas, artinya kita harus mengadakan penilaian terhadap murid secara terus menerus selama proses pelaksanaan tanpa putus-putus.
c.       Adil dan Obyektif, dalam melaksanakan evalusai guru harus berlaku adil dan tanpa pilih kasih kepada semua peserta didik. Guru juga hendaknya bertindak secara obyektif, apa adanya sesuai dengan kemampuan peserta didik.
d.      Kooperatif, dalam kegiatan evaluasi hendaknya guru bekerjasama dengan semua pihak, seperti orang tua, peserta didik, sesama guru, kepala sekolah dan termasuk peserta didik itu sendiri.
e.       Praktis, maksudnya prektis mengandung arti mudah digunakan baik oleh guru itu sendiri yang menyusun alat evaluasi maupun orang lain yang akan menggunakan alat tersebut.
Menurut Arikunto (2005:24-25), prinsip evaluasi merupakan triagulasi yang meliputi tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran atau KBM, dan evaluasi.[1]
a)    Hubungan antara tujuan dengan KBM
Kegiatan belajar mengajar yang dirancang dalam bentuk rencana mengajar disusun oleh guru dengan mengcu pada tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian, anak panah yang menunjukkan hubungan antara keduanya mengarah pada tujuan ke KBM, menunjukkan langkah dari tujuan dilanjutkan pemikirannya ke KBM.[2]

b)      Hubungan tujuan dengan evaluasi
Evaluasi adalah kegiatan pengumpulan data untuk mengukur sejauh mana tujuan sudah tercapai. Dalam menyusun alat evaluasi perlu mengacu pada tujuan yang sudah dirumuskan.
c)      Hubungan antara KBM dengan evaluasi
KBM dirancang dan disusun dengan mengacu pada tujuan yang telah dirumuskan, alat evaluasi disusun dengan mengacu pada tujuan, mengacu atau disesuaikan dengan KBM yang dilaksanakan.

B.     Teknik dalam Evaluasi Pembelajaran
Untuk melakukan evaluasi dalam hasil pembelajaran alat evaluasi yang paling banyak digunakan adalah tes, karena dalam pembahasan hasil pembelajaran lebih menekankan pada pemberian nilai terhadap skor dan hasil tes.
Tes merupakan suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut.
a.      Teknik Tes
Tes merupakan alat ukur yang standar dan obyektif sehingga dapat digunakan secara meluas untuk mengukur dan membandingkan keadaan psikis atau tingkah laku individu. Dapat dipastikan akan mampu memberikan informasi yang tepat dan obyektif tentang obyek yang hendak diukur baik berupa psikis maupun tingkah lakunya, sekaligus juga dapat membandingkan antara seseorang dengan orang lain.
Ditinjau dari segi cara mengajukan pertanyaan dan cara memberikan jawabannya, tes dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu :
1)        Tes Tertulis
Yaitu jenis tes dimana tester dalam mengajukan butir-butir pertanyaan atau soalnya dilakukan secara tertulis dan teste memberikan jawabannya juga secara tertulis.

2)        Tes Lisan
Yaitu tes dimana testyer dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan atau soalnya dilakukan secara lisan dan teste memberikan jawabannya seara lisan juga.
       Dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria dapat dihasilkan alat tes (soal-soal) yang berkualitas memenuhi syarat-syarat diantaranya :
·      Shahih (valid) yaitu mengukur yang harus diukur, sesuai dengan tujuan.
·      Relevan yaitu diuji sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
·      Spesifik, soal hanya dapat dijawab oleh peserta didik.
·      Representatif, soal mewakili materi ajan.r secara keseluruhan.
b.      Teknik Nontes
Teknik nontes sangat penting dalam mengevaluasi siswa pada ranah afektif dan psikomotor, berbeda dengan teknik tes yang lenih menekankan aspek kognitif. Teknik penilaian nontes berarti melaksanakan penilaian dengan tidak menggunakan tes. Teknik penilaian ini pda umumnya untuk menilai kepribadian anak secara menyeluruh mengenai sikap, tingkah laku, sifat, sosial, ucapan riwayat hidup dan lian-lain yang berhubungan dengan kegiatan belajar dalam pendidikan baik individual maupun secara kelompok.
Adapun yang masuk dalam teknik dalam teknis non tes adalah :
a.         Skala Bertingkat (rating scale)
Skala yang menggambarkan suatu nilai yang berbentuk angka terhadap suatu hasil perkembangan. Misal, kecenderungan seseorang terhadap jeis kesenian tertentu.[3]
b.        Kuesioner
Kuesioner juga sering dikenal dengan nama angket. Pada dasranya, kuesioner adalah berupa daftar pertanyaan yang harus diisi oleh seseorang yang akan diukur (responden).
c.         Daftar Cocok (chek list)
Adalah deretan pertanyaan, dimana responden yag dievaluasi tinggal membubuhkan tanda cocok di tempat yang sudah disediakan.
d.        Wawancara (interview)
Merupakan suatu metode atau cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari responden dengan jalan tanya jawab sepihak.
e.         Pengamatan (observasi)
Adalah suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistematis.
f.         Riwayat Hidup
Adalah gambaran tentang keadaan seseorang selama dalam masa kehidupannya. Dengan mempelajari riwayat hidup maka subyek evaluasi akan dapat menarik suatu kesimpulan tentang kepribadian, kebiasaan dan sikap dari obyek yang dinilai.[4]



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Tes merupakan suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa.
Dalam teknis tes terdapat dua teknis : - Tertulis
-          Lisan
Adapun yang masuk dalam teknik dalam teknis non tes adalah :
a.                   Skala Bertingkat (rating scale)
b.                   Kuesioner
c.       Daftar Cocok (chek list)
d.      Wawancara (interview)
e.       Pengamatan (observasi)
f.       Riwayat Hidup



DAFTAR PUSTAKA

Wayan Nur Kancana Dan Sumartana,”Evaluasi Pendidikan “, Usana Ofset Printing,Surabaya,
Mulyadi, “evaluasi pendidikan” cet.1,UIN MALIKI PREES,Malang,2010,



[1] Mulyadi, “evaluasi pendidikan” cet.1,UIN MALIKI PREES,Malang,2010, hlm.15
[2] http://risqinisa.wordpress.com/2011/01/05/alat-evaluasi-pembelajaran/
[3]  http://risqinisa.wordpress.com/2011/01/05/alat-evaluasi-pembelajaran/

[4] Wayan Nur Kancana Dan Sumartana,”Evaluasi Pendidikan “, Usana Ofset Printing,Surabaya,Hlm.25-27